Komunikasi Efektif dengan Pasangan

Kesibukan pekerjaan yang berjibun, jangan sampai mempengaruhi hubungan pasangan suami-istri. Sebaliknya, romantisme dan kehangatan harus tetap ditumbuhkan. Bagaimana caranya?

1. Kenali gaya komunikasi pasangan anda

Setiap orang punya gaya komunikasi tersendiri yang merupakan hasil pembelajaran dalam keluarga. Dengan mengetahui gaya komunikasi pasangan, Anda dapat menyesuaikan cara-cara anda dalam mendiskusikan hal-hal penting sehingga pasangan lebih mudah memahami dan memberikan respons sesuai harapan anda.

2. Pandai membaca situasi dan suasana hati pasangan

Anda ternyata tahu bahwa memilih “momen” yang tepat besar peranannya dalam komunikasi efektif. Sedapat mungkin, jangan mengajukan pertanyaan penting yang membutuhkan penjelasan panjang di saat pasangan sedang sibuk atau dalam keadaan stres. Cobalah cari waktu senggang, misalnya sehabis makan malam atau pada akhir minggu.

3. Memulai komunikasi dengan nada positif

Umumnya kita langsung ingin menghindar atau terpicu emosi bila istri memulai pembicaraan dengan tuduhan, menyalahkan, atau mengungkit kesalahan-kesalahan masa lalu. Apalagi disertai dengan nada suara tinggi dan ekspresi wajah yang jutek. Jadi, bila Anda ingin agar pasangan lebih mau mendengarkan dan responsif, bukalah pembicaraan dengan obrolan ringan dan bahasa tubuh positif.

4. Bila komunikasi memburuk, lakukan Time out

Tidak semua permasalahan dapat diselesaikan dalam satu pertemuan, apalagi bila Anda dan pasangan dalam kondisi badmood . Pembicaraan yang awalnya ditujukan untuk memecahkan satu masalah khusus, akhirnya justru menjadi ajang saling cela dan membeberkan kesalahan-kesalahan masa lalu. Sebelum situasi semakin panas, lakukan timeout.

5. Gunakan majic words

Banyak kata-kata sederhana, yang mungkin tidak Anda sadari, dapat meningkatkan kualitas komunikasi dan hubungan dalam pernikahan. “Terima kasih” yang diucapkan dengan senyum, Ltolong” yang menyertai permintaan bantuan, dan “maaf” yang diucapkan secara sungguh-sungguh, merupakan tiga diantaranya. Walaupun tampaknya sepele, tetapi bila digunakan sesuai konteks dan secara tulus, efek positifnya akan terus berlipat ganda.

6. Perbesar toleransi untuk mencapai kompromi.

Karena beerasal dari dua keluarga yang berbeda, anda dan pasangan tentu punya perbedaan dalam pola pikir dan cara pandang terhadap banyak hal. Sebagian mungkin dapat ditoleransi dengan mudah karena bukan hal penting, tetapi ada yang sangat mengganggu hubungan karena menyangkut prinsip hidup. Cara ampuh untuk mengatasi perbedaan-perbedaan yang memicu konflik besar adalah dengan kompromi. Bisa dalam bentuk salah satu mengalah, mencari titik tengah yang disepakati bersama, atau sepakat untuk tetap berbeda.

7. Pupuk kebersamaan

Saat menjalankan kegiatan bersama, lakukan jauh dari segala gangguan sehingga anda benar-benar dapat menikmati setiap kebersamaan itu. Anda juga dapat menunjukkan kepedulian dan kasih sayang dengan mengerjakan beberapa tugas yang menjadi tanggung jawabnya jika pasangan anda terlalu lelah. Atau bergabunglah dengan pasangan anda saat dia berkebun atau mengecat tembok.

Sumber: Harian Seputar Indonesia

Categories: Tips | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: