Nelayan

Tidak seperti biasanya, saat pergi ke pantai Ancol bersama keluarga, aku hanya menemani Dodey bermain pasir dan mandi di laut. Kemarin aku sempatkan untuk berjalan mengitari jembatan di sekitar pantai.

Setelah tiba di tengah-tengah jembatan, nampak beberapa nelayan tradisional, dengan perahu tempelnya yang sangat sederhana sedang melepaskan ikan dan kepiting dari jaringnya. Aku sempatkan untuk melihat lebih dekat hasil tangkapan para nelayan tersebut.

Sambil foto_foto sama keluarga, aku pun sempatkan ngobrol dengan pak nelayan. ” Gimana hasilnya hari ini pak?” Tanyaku. “Dapatnya cuma sedikit pak, karena cuaca lagi kurang bagus” kata nelayan. “Ini aja kita beranikan melaut, tapi tidak terlalu ke tengah, karena kemarin aja, ada nelayan yang tenggelam,” imbuhnya.

Kemudian datang seorang pengunjung yang menawar kepiting dan ikan hasil tangkapan nelayan tersebut.” Berapa semuanya pak?” Tanya pengunjung itu. “25000 Om…” “20000 aja ya?” Tawarnya lagi…. Tidak berapa lama, ikan dan kepiting tersebut dimasukin dalam kantong plastik dan dibayar 20000. Walaupun sedikit sedih, nelayan tersebut minta sebatang rokok, sebagai tambahannya….

Aku melanjutkan perjalanan menyusuri jembatan, sambil ngobrol sama istri. Kalau cuaca lagi hujan angin, ternyata memang sangat berpengaruh pada tangkapan nelayan. beda dengan orang kantoran yang bisa menerima gaji setiap bulan.

pagi keesokan harinya aku sempatkan berjalan lagi menyusurin jempatan. Ternyata jumlah nelayan yang sedang bersandar di tepi jembatan cukup banyak, ada sekitar 10 nelayan, dengan hasil tangkapan yang beda-beda sambil menawarkannya kepada para pengunjung. Ada 3 nelayan yang mendapat tangkapan ikan dan udang cukup banyak. Sepertinya, hari ini mereka akan membawa pulang uang yang lebih banyak dari kemarin.

Nelayan-nelayan di Ancol hanya sebagian kecil, dari seluruh nelayan yang ada di negeri ini. Dengan keterbatasan yang ada, mereka tidak pernah menyerah untuk mendapatkan hasil tangkapan, demi menghidupi anak dan istrinya. Berbeda dengan kapal-kapal penangkap ikan yang banyak menggunakan jaring pukat harimau, pastinya mendapat tangkapan yang jauh lebih banyak dan tentunya keuntungannya besar pula.

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu akibat perubahan iklim seperti sekarang ini, sudah saatnya pemerintah memikirkan nasib para nelayan, karena cuaca buruk sama saja bencana alam bagi mereka.

Categories: Motivasi | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: