Menanam Ari-ari Bayi Baru Lahir (Adat Hindu Bali)

Kelahiran bayi merupakan sesuatu yang sangat istimewa bagi setiap orang tua, apalagi anak pertama yang sangat diidam-idamkan. Taukah Anda, Ari-ari bayi yang baru lahir perlu kita perlakukan khusus?

Menghadapi kelahiran anak menjadi moment yang sangat istimewa bagi setiap orangtua. Dengan semakin majunya teknologi di dunia kedokteran, jenis kelamin sang bayi sudah bisa diketahui pada kehmilan 5 bulan keatas. Bahkan dengan foto 4D, bisa lebih detail lagi.

Setelah kehamilan 7 bulan, biasanya sang bayi akan diupacarai, dimana masing-masing daerah atau suku adat atau agama mempunyai cara yang bermacam-macam. Namun pada intinya, mempunyai tujuan yang sama, yaitu nanti bayinya lahir sehat dan sempurna. Menjelang kelahiran , para ibu-ibu atau orangtua pada umumnya akan mempersiapkan segala hal terkait kelahirannya nanti. Apakah perlengkapan bayi, dari baju, topi, selimut, kereta bayi, popok, dsb.

Hal lain yang cukup menarik setelah sang bayi lahir adalah, perlakuan terhadap Ari-arinya. Ada berbagai cara yang dilakukan, misalnya ari-arinya dibuang dilaut atau sungai. Atau ditanam di depan rumah.

Nah, bagi orang Bali (Hindu), biasanya ari-arinya akan ditanam didepan rumah, yang sebelumnya harus diperlakukan khusus. Anda yang tinggal di bali mungkin tidak mengalami kesulitan untuk  mempersiapkannya. Buat yang tinggal di luar bali, mungkin ringkasan di bawah ini, bisa menjadi  gambaran.:

  1. Bahan-bahan yang diperlukan:
    1. Air Kumkuman
    2. Boreh Gading (Beras+Bangle)
    3. Kelapa Daksina (dibelah)
    4. Ijuk
    5. Lontar/janur dituliskan” Om, a, ka, sa, ma, ra, la, wa, ya, ung”
    6. Ngaad (potongan bamboo)
    7. Batu built (batu kali)
    8. Daun pandan berduri
    9. Daun kanta wali
    10. Sanggah Cucuk
    11. Air bersih
    12. Kwangen
    13. Pis bolong (uang kepeng 11 )
  2. Cara dan Doa saat menanam Ari-ari
    1. Ambil dan nyalakan dupa (3 atau secukupnya)
    2. Haturkan ke ibu Pertiwi “ Om ang sri basunari jiwa mertha, trepti, paripurna, ya nama swaha
    3. Buat lubang (secukupnya)
    4. Cuci ari-ari sebersih mungkin
    5. Air sisa bilasan dibuang ke lubang
    6. Ari-ari, lontar dll dimasukan ke kelapa
    7. Dibungkus kain putih,
    8. Diberikan kwangen
    9. Gedong-gedongan dimasukan ke lubang
    10. Doa” om prasadha stiti sarira sudha ya namah
    11. Di atasnya diletakan “ daun pandan, kanta wali, dan batu bulit (batu kali),  lampu, ditutup Guwungan.
    12. Didirikan sanggah cucuk+gantung-gantungan (aturan Sang Hyang Mahayoni)
    13. Segehan manca warna 5 tanding, untuk Panca Maha Buta “ nunas mangda ari-ari nyaga bayi titiyang” Om Ah amerta sanjiwa ya namah swaha
    14. Maturan Sodan (Guru Reka) nunas tirta trus disiratin.
    15. Nyalakan Lampu sampai Kepus pungsed (tali plasentanya lepas) atau sampai 1 (satu)  otonan (weton) atau umur bayi 6 (enam) bulan bali atau 210 hari,  sesuai dengan adat masing-masing daerah di Bali.

Demikian sekilas tata urutan untuk menanam Ari-ari setelah sang bayi lahir. Smoga bermanfaat.

Dengan doa dan proses yang benar, dipercaya sang bayi akan tumbuh menjadi anak yang pintar dan sehat. Dan dijaga sama saudara-sudaranya.

Link bisnis:
Make money from Home
Villa Kamboja Legian

Categories: Bali, Budaya, Mantram / Doa, Spiritual | Tags: , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Menanam Ari-ari Bayi Baru Lahir (Adat Hindu Bali)

  1. aksaranya itu tulisan bali atau seperti contoh diatas???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: